PENYAKIT DIABETES MELITUS (DM)

Diabetes mellitus (DM) berasal dari kata Yunani diabainen, yang berarti "tembus" atau "pancuran air " dan dari kata latin mellitus berarti "rasa manis ". Di Indonesia dan negara – negara berbahasa melayu lebih kita kenal sebagai kencing manis.

Diabetes mellitus  adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh  ketidakmampuan organ pankreas untuk memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah dihasilkan oleh pankreas secara efektif.

Sebuah analogi yang cukup pas menggambarkan diabetes disampaikan oleh Mistra dalam bukunya 3 jurus melawan diabetes melitus. Mistra menganalogikan hormon insulin sebagai supir angkutan umum sebuah kota. Jika supir angkutan kota mogok masal, orang –orang akan berkumpul ditepi jalan menanti jasa angkutan. Calon penumpang ini diibaratkan gula dalam darah. Jika hormon insulin tidak ada atau sedikit jumlahnya maka gula yang ada dalam darah tidak dapat terangkut sehingga menyebar diseluruh pembuluh darah.
WHO  telah mendefinisikan 3 jenis diabetes :
Diabetes tipe 1 yang sebabkan karena proses autoimin, dimana sistem imun tubuh sendiri secara spesifik menyerang dan merusak sel – sel penghasil insulin yang terdapat pada pankreas. Belum diketahui hal apa yang yang memicu ini,tapi banyak bukti bahwa faktor genetik berperan dalam prosesnya.
Diabetes tipe 2, yang disebabkan oleh faktor genetika dan faktor lingkungan. Banyak pasien diabetes tipe 2 memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes tipe 2 juga, atau masalah kesehatan – kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes misalnya kolesterol darah yang tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), atau obesitas. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi dalah gaya hidup seperti makanan dan aktivitas fisik kita sehari – hari.
Diabetes gestasional disebabkan oleh hormonal yang terjadi selama kehamilan. Hal ini terjadi peningkatan kadar beberapa hormon yang dihasilkan plasenta membuat sel – sel tubuh menjadi kurang reponsif terhadap insulin ( resistensi insulin ).

Gejala diabetes sering dikenal dengan trias klasik yaitu poliuria(sering buang air kecil ), polidipsi( sering haus), polifagi (sering lapar ). Kadang disertai keluhan tambahan seperti lemas, mudah lelah, kesemutan, gatal, penglihatan kabur, penyembuhan luka yang buruk, disfungsi ereksi pada pasien pria, dan gatal pada kelamin wanita.
Seseorang didiagnosis DM, jika ia menmgalami satu atau lebih kriteria dibawah ini :
Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/dl
Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dl
Kadar gula plasma 2 jam setelah tes toleransi glukosa oral (TTGO)≥ 200mg/dl
Pemeriksaan HbA1C ≥ 6,5 %.

Kadar gula yang tidak terkontrol pada pasien diabetes akan menyababkan berbagai komplikasi dari yang bersifat akut sampai kronik. Oleh karena itu penting bagi pasien untuk memantau kadar glukosa darahnya secara rutin.

Pencegahan penyakit diabetes mellitus tipe 2 terutama ditujukan kepada orang – orang yang memiliki resiko DM tipe 2. Faktor resiko DM tipe 2 dibedakan menjadi faktor yang dapat dimodifikasi atau faktor yang tidak dapat dimodifikasi.

Faktor yang dapat tidak dapat dimodifikasi contoh ras dan etnik, riwayat anggota keluarga menderita DM, usia > 45 tahun, riwayat melahirkan bayi dengan BBL > 4000 gram atau pernah menderita DM gestasional.

Faktor yang dapat dimodifikasi contohnya berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, hipertensi, gangguan profil lipid dalam darah dan diet tak sehat tinggi gula dan rendah serat.

Pencegahan DM tipe 2 pada orang – orang beresiko pada prinsipnya adalah dengan mengubah gaya hidup dengan pengaturan pola makan dan penurunan berat badan serta rutin melakukan olahraga. Dengan perubahan gaya hidup yang intensif diabetes dapat dicegah dan diperlambat munculnya. Dianjurkan untuk melakukan pola makan yang sehat yakni terdiri dari karbohidrat komplek , mengandung sedikit lemak jenuh, tinggi serat larut. Asupan kalori sendiri ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.

Seperti yang dikatakan dalam Alquran surat AlBaqarah : 168 danSurat Al Jatsiyah : 15


"Yaa ayyuhan naasu kuluu mim maa fil ardhi halaalan thayyiban wa laa tattbi'uu khuthuwaatisy syaithaani innahu lakum aduwwum mubbin"
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik yang ada di bumi dan jangan ikuti langkah – langkah setan,sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu (QS:AlBaqarah :168)
Makanan yang thaiban sendiri maksudnya adalah makanan yang bermanfaat untuk tubuh, tidak beresiko penyakit, dan tidak cara yang salah.

Dan pada surat Al Jatsiyah : 15 dikatakan


"Man 'amila shaalihan falinafsihi waman asaa'a fa'alayhaa tsumma ilaa rabbikum turja'uun

"Barang siapa mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, Kemudian kapada Tuhanmulah kamu dikembalikan".

Ayat ini menjelaskan kepada kita untuk melakukan perubahan dan disiplin dalam gaya hidup dan mengatur pola makan sehingga menjadi sesuatu kebiasaan yang baik. Dengan disiplin maka penyakit diabetes dapat terkontrol dengan baik dan komplikasi – komplikasi akibat penyakit ini dapat dicegah.


Dr. Dian