Pertolongan dan Cara Penanganan pada Kecelakaan di Gunung

Kegiatan jelajah alam mempunyai bermacam resiko yang bisa menimpa siapa saja. Dalam kegiatan di alam terbuka tentunya tidak ada yang menginginkan terjadinya musibah atau halangan. Namun kesiapan diperlukan apabila suatu kali musibah menimpa kita, atau menimpa orang lain yang mengharuskan anda melakukan pertolongan kepada korban. Pengetahuan pertolongan pertama akan meminimalisir jumlah korban musibah di gunung.
Berikut yang harus dilakukan dalam tindakan pertolongan pertama.
1. Jangan Panik
Lakukan pertolongan dengan cekatan tetapi tetap tenang. Tarik nafas kemudian berpikir dengan jernih, apa yang akan terlebih dahulu akan dilakukan untuk menolong korban.
2. Kenali penyebab dan gejala yang terjadi pada korban.
Misalnya terdapat seorang pendaki yang pingsan, cari tau penyebab pingsan, kemudian lakukan tindakan pertolongan yang tepat berdasarkan penyebabnya.
3. Lakukan tindakan pencegahan terhadap hal-hal yang bisa memperburuk kondisi keadaan korban.
Misal jika terdapat pendaki yang mengalami kedinginan berlebihan, anda bisa menghangatkan badan si korban. Pada kasus lain jika terjadi kecelakaan karena longsoran batu di puncak, jika keadaan aman untuk melakukan pertolongan, lakukan pertolongan kepada korban dari potensi bahaya berikutnya yang masih mungkin terjadi.
4. Jika korban mengalami pingsan, periksa denyut nadi dan nafas korban.
Tekan pada leher bagian kanan depan, atau denyut nadi di pergelangan tangan.
Jika korban sudah tidak terdapat denyut nadi, segera cari bantuan dan lakukan tekanan pada dada (compressi) atau nafas buatan. Untuk tindakan ini anda harus sudah menahami bagaimana cara dan langkah penanganan yang benar.
5. Pada kasus kecelakaan di gunung karena jatuh atau tertimpa sesuatu, periksa dulu keadaan korban.
Jangan memindahkan korban secara terburu-buru, sebelum diketahui tingkat keparahan cidera si korban. Akibat yang sangat berbahaya juga akan terjadi jika tidak menguasai dengan baik teknik cara memindahkan korban. Apabila korban mengalami patah tulang, cara mengangkat korban harus hati-hati agar tidak menambah buruk keadaan tulang korban. Akibat buruk yang lebih serius adalah bila terjadi kasus cidera tulang belakang. Cara memindahkan korban harus sangat hati-hati dengan memegang kepala korban dan leher dengan benar. Kesalahan dalam memindahkan korban akan berakibat fatal dengan nyawa korban.
Ada beberapa prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat, yaitu :
1. Pastikan Anda tidak menjadi korban berikutnya. Seringkali karena terburu-buru berniat menolong, malah mengabaikan keselamatan diri sendiri. Ini bukannya menolong, tapi malah akan menambah jumlah korban. Sebelum menolong korban, pastikan terlebih dahulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih berpotensi membahayakan. Contohnya musibah kebakaran di gunung, atau musibah batu yang longsor. Jika medan membahayakan diri Anda, sebaiknya tunggu sampai aman untuk melakukan pertolongan. Jangan sampai menjadi korban berikutnya karena terburu-buru melangkah tanpa perhitungan.
2. Pakailah metode pertolongan yang cepat namun tepat. Jangan sampai karena cara yang salah dalam pertolongan, menyebabkan korban semakin parah atau kondisi korban menjadi lebih buruk. Di samping itu, janganlah menolong karena didasari sikap sok pahlawan. Pergunakanlah sumber daya dan sarana yang ada, untuk mempermudah dan melakukan pertolongan dengan efisien.
3. Buatlah catatan tentang tindakan-tindakan pertolongan yang telah dilakukan. Catatan ini mungkin berguna jika korban harus mendapat pertolongan medis oleh pihak lain.

Palabas Pecinta Alam Bebas