EXPENA

Expedisi Penikmat Alam Nusantara-Perkumpulan Manusia Berjiwa Muda, Haus Akan Petualangan, Pendakian, Sebagai Penikmat serta Pecinta Alam Nusantara

Sunday, May 22, 2016

Batas Vegeasi Gunung Selamet

Mengenai teknis agar selamat dari tersesat di kawasan batas vegetasi "GUNUNG SLAMET",
Kapan ?
Biasanya pendaki tersesat di kawasan batas vegetasi bukan pada waktu perjalanan naik, tapi waktu perjalanan turun
Mengapa ?
1. Ketika hari beranjak siang Turun Kabut di Kawasan batas vegetasi Gn. Slamet, biasanya jam 9 pagi ke atas, oleh karena itu mendakilah sepagi mungkin. Tebalnya kabut akan membuat jarak pandang menjadi terbatas sehingga membuat pendaki rawan tersesat ketika perjalanan turun
2. Batas vegetasi adalah perbatasan antara kawasan hutan dengan kawasan puncak (Pasir, kerikil bebatuan). Jalur yang digunakan untuk masuk kembali ke kawasan hutan ketika perjalanan turun sulit ditemukan ketika kabut sehingga banyak pendaki yang akhirnya masuk hutan tidak tepat pada jalurnya, jika diteruskan maka berpotensi masuk jurang atau tersesat di hutan yang sangat lebat. (Mirip kronologi pendaki yang masuk Blank 75 Gn. Semeru)
3. Meskipun tidak ada kabut, menemukan pintu masuk ke kawasan hutan merupakan hal yang cukup sulit jika kita kurang teliti. Hal tersebut disebabkan karena jalur pendakian di kawasan tersebut bukanlah satu lajur, bahkan beberapa lajur, bahkan pendaki bisa memilih jalurnya sendiri asalkan mengarah ke puncak. Akibatnya di kawasan tersebut terdapat banyak jalur yang jika kita tidak teliti maka akan membuat kita tersesat ketika perjalanan turun
Solusi ?
1. Anda bisa meningglkan ponco, bendera atau kain yang berwarna mencolok (Kuning atau orange) di kawasan batas vegetasi, letakkan di pohon, di tempat yang kira kira terlihat dari atas. Carilah tanda itu saat anda turun dari puncak, jika tidak ada kabut tanda tersebut kemungkinan besar terlihat. Anda tinggal ikuti tanda tersebut. Jika anda mendaki dari jalur bambangan, pos 6 akan terlihat dari puncak jika cuaca cerah, bidik arahnya dan ikuti sudutnya ketika perjalanan turun.
2. Anda bisa menggunakan tissue. Gunakan batu untuk menindih tissue dan tinggalkan dengan interval tertentu sepanjang jalur yang telah anda lewati. Ketika perjalanan turun ikuti tanda tersebut sambil bawa kembali turun tissunya. Tidak perlu repot repot membawa batu dari bawah karena di kawasan tersebut banyak terdapat batu dengan ukuran beragam. Cara ini lebih efektif ketika kabut
Terlanjur tersesat ?
Jika anda terlanjur sampai di batas vegetasi dan tidak menemukan jalur pendakian untuk masuk ke kawasan hutan, berarti anda tersesat.
1. Jangan masuk ke hutan tanpa melewati jalur pendakian. Di dalamnya banyak jurang yang siap menanti kedatangan anda, didalam hutan juga banyak duri duri tajam yang bisa membuat lecet sekujur tubuh.
2. Jika anda bergerak melipir ke kiri atau ke kanan, kemungkinan besar anda akan menemukan lembah untuk di seberangi. Jika lembahnya dangkal maka mudah untuk diseberangi, jika lembahnya dalam sebaiknya jangan diseberangi.
3. Solusi terbaik adalah mendakilah kembali ke arah puncak sambil rutin melihat ke arah bawah. Cari jalur yang digunakan untuk masuk ke kawasan hutan sambil terus mendaki ke puncak. Jika tidak kunjung ketemu mendakilah terus hingga puncak. Dari puncak anda bisa mengulangi lagi perjalanan turun dengan menggunakan jalur yang benar. Mungkin butuh lebih banyak tenaga, tapi cara ini yang paling aman.
Kondisi jalur pendakian gunung slametJalur bambangan, Dukuhliwung, Guci dan yang lain cenderung identik. Kondisi ini juga bisa terjadi di gunung lain dengan tipe yang sama seperti gunung Semeru dan blank 75-nya
Tags : ,