EXPENA

Expedisi Penikmat Alam Nusantara-Perkumpulan Manusia Berjiwa Muda, Haus Akan Petualangan, Pendakian, Sebagai Penikmat serta Pecinta Alam Nusantara

Thursday, August 17, 2017

Candi Gedong Songo, Wisata Sejarah dengan Suasana Hijau yang Menyejukkan

| 2 Comments
Libur lebaran kali ini saya dan keluarga berlibur ke rumah nenek yang berada di Salatiga. Rumah nenek tepatnya berada di pinggir waduk Rawapening. Tak lupa kami mengunjungi berbagai macam wisata alam di sana, salah satunya adalah Candi Gedong Songo.


Candi Gedong Songo merupakan tempat wisata yang terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran bagian selatan dengan ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut yang menyebabkan suhu udara di kawasan wisata ini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C). Suasana yang sejuk khas pegunungan dan udara yang bersih terbebas dari polusi menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk merelaksasikan diri dari hiruk pikuk kehidupan kota. Ditambah lagi dengan pemandangan yang memanjakan mata, maka tak heran jika Gedong Songo menjadi salah satu tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara.



Sesuai dengan namanya, Gedong Songo memiliki 9 bangunan candi yang tersebar di kawasan wisata yang begitu luas. Jarak dari satu candi ke candi yang lainnya tidak berdekatan, sehingga butuh tenaga ekstra untuk berjalan kaki sepanjang ratusan meter untuk melihat keseluruhan candi. Disarankan untuk memilih alas kaki yang tepat dan nyaman, karena kondisi jalan berupa bebatuan yang ditata secara rapi membentuk sebuah jalur. Dan di sepanjang jalan kita akan banyak menemui tanjakan maupun turunan tajam yang berkelok.          


               
Namun jangan khawatir, karena di sepanjang jalan kita akan disuguhkan pemandangan alam yang indah. Anda juga bisa membawa hammock untuk melepaskan penat yang nanti bisa dipasang di antara pohon pinus.

 
Bagi yang tidak ingin berjalan kaki, ada alternatif lain yaitu dengan menggunakan jasa naik kuda dengan tarif yang terjangkau. Jalur untuk pejalan kaki dan kuda sudah dipisah. Jalur pejalan kaki di arahkan ke jalur yang kanan kirinya terdapat penjual makanan maupun souvenir. Di sana akan banyak dijumpai penjual makanan khas seperti sate kelinci, soto, pecel,tahu 'serasi' dan minuman susu jahe,kopi ginseng dan lain sebagainya yang dapat menghangatkan badan ditengah suhu dingin pegunungan.

    
Jadi kita tidak perlu khawatir akan menemukan banyak kotoran kuda di sepanjang jalan seperti dahulu, walaupun masih ada di beberapa jalur kita temui sedikit kotoran kuda di pinggir jalur. Para pemilik dan penuntun kuda pun membawa sapu lidi untuk membersihkan kotoran kuda jika si kuda tiba-tiba buang air di tengah jalur.

Di komplek wisata Candi ini juga terdapat tempat untuk istirahat sambil menyiram bahkan mandi dengan air hangat. Tepatnya di antara candi gedung 3 dan candi gedung 4, terdapat sebuah kepunden gunung dengan sumber air panas yang mengadung kadar belerang cukup tinggi.

   
Selain merupakan wisata alam, Candi Gedong Songo juga merupakan wisata sejarah. Banyak sekali siswa siswi dari sekolah yang berada di sekitar kawasan wisata yang berkunjung ke Candi Gedong Songo dalam rangka study tour.

Candi gedong songo ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1740 M. Dan pada saat itu Raffles menemukan sebanyak 7 buah bangunan candi sehingga dia menamainya dengan Candi Gedong Pitu, arti kata “pitu” dalam bahasa Indonesia adalah tujuh.

Penyebutan Candi Gedong Pitu bertahan lama hingga seribu tahunan lebih. Dan pada tahun 1908 – 1911 seorang arkeolog dari belanda Van Stein Callenfels kembali melakukan penelitian lagi di komplek candi Gedong Pitu. Dalam kurun waktu 3 tahunan Callenfels menemukan lagi 2 candi lainnya yang bertempat tidak jauh dari candi-candi yang sebelumnya telah ditemukan Raffles sehingga total kesemuaan candi yang ditemukan menjadi 9 buah. Dengan ditemukannya 2 candi yang lain ini maka nama Candi Gedong Pitu berubah menjadi Candi Gedong Songo.

Pemugaran Candi Gedong I dan Candi Gedong II dilakukan pada tahun 1928 – 1929. Sedangkan pemerintah Indonesia pada tahun 1972 – 1982 melakukan pemugaran total terhadap bangunan Candi Gedong Songo. Bahkan pemugaran area wisata tersebut dilakukan sampai saat ini sehingga semakin terlihat indah dan rapi namun tanpa merubah struktur bangunan-bangunan candi yang ada.
Menurut penelitian bahwa Candi Gedong Songo merupakan bangunan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).

Harga tiket masuk Obyek Wisata Candi Gedong Songo bagi orang dewasa/5 tahun ke atas pada hari biasa adalah Rp. 10.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp. 50.000,- bagi wisatawan asing.

Dikirim via email : expenaofficial@gmail.com
oleh : Syifa Fuadah <syifafuadah44@gmail.com>



Tags :

2 comments: